Lewati ke konten
Suasana budaya masyarakat
Kembali ke Beranda

Budaya Desa Kaduela

Tradisi desa

Warisan Budaya dan Tradisi

Dokumentasi Sedekah Bumi

Sedekah Bumi

Menurut penuturan para tokoh masyarakat, Sedekah Bumi dilaksanakan setahun sekali pada bulan Sya’ban di alun-alun Desa Kaduela. Alun-alun menjadi titik berkumpul warga dari berbagai wilayah desa untuk menjalankan upacara bersama.

Kegiatan tersebut dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi dan kehidupan desa. Selain menjalankan tradisi, pertemuan ini juga menjaga hubungan antarwarga dan meneruskan kebiasaan desa kepada generasi berikutnya.

Dokumentasi Sedekah Munjung

Sedekah Munjung

Sedekah Munjung merupakan ziarah tahunan untuk mengunjungi makam leluhur atau karuhun. Tujuan ziarah mengikuti lokasi makam keluarga: warga yang leluhurnya dimakamkan di Depok berkunjung ke pemakaman Depok, sedangkan keluarga dengan makam leluhur di Pajaratan menuju pemakaman Pajaratan.

Dalam kunjungan tersebut, keluarga membawa tetenong berisi makanan dan lauk-pauk. Makanan itu dibagikan sebagai bagian dari penghormatan kepada leluhur sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan dalam tradisi yang dilaksanakan satu kali setiap tahun.

Dokumentasi Dogdog

Dogdog

Dogdog merupakan kesenian tradisional khas Kaduela yang tercatat dalam lampiran dokumentasi sejarah dan budaya desa. Kesenian ini dikenal sebagai bagian dari warisan lokal yang telah hadir selama beberapa generasi.

Keberadaannya melengkapi tradisi Kaduela yang tidak hanya hadir melalui upacara adat dan ziarah, tetapi juga melalui kesenian yang diwariskan di lingkungan masyarakat.

Cerita turun-temurun

Legenda dan Cerita Rakyat

Dokumentasi Legenda Talaga Remis dan Talaga Nilem

Legenda Talaga Remis dan Talaga Nilem

Menurut cerita yang berkembang secara lisan, legenda ini berkaitan dengan masa Sultan Giri Laya atau Sultan Matangaji, penguasa Cirebon yang menghadapi ketegangan dengan Mataram. Elang Sutajaya kemudian terlibat membantu Pangeran Selingsingan ketika peperangan melawan Pangeran Purbaya meluas hingga wilayah sekitar Kaduela.

Pangeran Selingsingan diceritakan mundur melalui Cikalahang, Mandala, lalu Kaduela. Dalam kesedihannya karena peperangan tidak kunjung berakhir, air matanya jatuh ke tanah dan dipercaya membentuk Talaga Nilem yang berada di sebelah Talaga Remis.

Elang Sutajaya akhirnya mengalahkan Pangeran Purbaya dan memberinya nasihat tentang hidup bermasyarakat, saling menghormati, serta larangan membuat kekacauan. Dalam kelanjutan cerita, tangisan Pangeran Selingsingan dipercaya membentuk Talaga Remis, sedangkan Pangeran Purbaya berubah menjadi seekor bulus bernama Si Mendung Purbaya.

Dokumentasi Asal Usul Nama Kaduela

Asal Usul Nama Kaduela

Dalam naskah sejarah desa, Pangeran Kuningan tetap memimpin penyerangan terhadap Kerajaan Galuh meskipun rencana tersebut sebelumnya tidak disetujui oleh Prabu Ewangga dan Mbah Kuwu Cirebon. Pertempuran terjadi di Gunung Pola, lalu pasukan Kuningan dipukul mundur dan Pangeran Kuningan dikejar hingga Bukit Janggala.

Dalam keadaan terdesak, Pangeran Kuningan bersembunyi di rerimbunan oyong. Seekor kijang yang terusik keluar dari tempat tersebut dan kemudian dianggap pasukan Galuh sebagai jelmaan Pangeran Kuningan. Peristiwa itu membuat Pangeran Kuningan tidak ditemukan dan selamat dari pengejaran.

Setelah keadaan aman, wilayah Bukit Janggala dan sekitarnya dinamai Kaduela, dari ungkapan Ado Saking Blai yang dimaknai sebagai jauh dari mara bahaya. Pangeran Kuningan kemudian membuka kembali kawasan tersebut dengan dukungan Pangeran Cakrabuana dan Syekh Maulana Makhdum Ibrahim. Padepokan Astana dipimpin Syekh Abdullah Iman, sedangkan padepokan di Bukit Janggala dipimpin Syekh Makhdum yang bergelar Prabu Anom Janggala Manik.

Peninggalan desa

Situs Cagar Budaya

Dokumentasi Batu Asahan

Batu Asahan

Situs peninggalan zaman logam yang memuat jejak tapak tangan manusia dan bekas asahan. Situs ini diperkirakan digunakan oleh manusia purba untuk mengasah benda logam berbentuk senjata.

Dokumentasi Batu Sandaan

Batu Sandaan

Salah satu situs batu bersejarah yang menjadi bagian dari peninggalan masa lampau di wilayah Desa Kaduela. Fungsi dan makna situs ini masih memerlukan pendokumentasian lebih lanjut.

Dokumentasi Batu Saheng

Batu Saheng

Situs batu bersejarah yang terdokumentasi sebagai bagian dari warisan budaya desa. Asal-usul dan kegunaannya masih dalam proses penggalian informasi.

Dokumentasi Batu Tumpeng

Batu Tumpeng

Situs batu peninggalan masa lampau yang turut menjadi bagian dari kekayaan cagar budaya Desa Kaduela. Informasi lebih rinci mengenai situs ini masih memerlukan dokumentasi lanjutan.

Dokumentasi Batu Kidama

Batu Kidama

Situs batu bersejarah yang menjadi bagian dari rangkaian peninggalan purbakala di wilayah desa. Deskripsi lengkap mengenai situs ini masih perlu digali lebih lanjut dari sumber setempat.

Dokumentasi Makam Syekh Abdullah Iman

Makam Syekh Abdullah Iman

Makam tokoh ulama yang berperan penting dalam penataan wilayah dan penyebaran agama Islam di kawasan Kaduela dan sekitarnya pada masa lampau.

Dokumentasi Makam Syekh Maulana Makhdum Ibrahim

Makam Syekh Maulana Makhdum Ibrahim

Makam seorang ulama asal Baghdad yang memimpin padepokan Janggala Manik, cikal bakal berdirinya Desa Kaduela, dan berperan besar dalam sejarah awal desa.

Dokumentasi Makam Prabu Arya Kamuning

Makam Prabu Arya Kamuning

Situs makam tokoh sejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah wilayah Kuningan dan Desa Kaduela.